PENGERTIAN;
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputeradalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
1.INPUT DEVICE
Adalah unit yg berfungsi sebagai media untuk memasukkan data dari luar ke dalam
suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yg diperlukan.
2.OUTPUT DEVICE
Adalah perangkat komputer yg berguna untuk menghasilkan suatu keluaran.
3.I/O PORTS
Adalah tempat dimana sebuah connector i/o dipasang dan semua itu masih dalam control processor.
4.CPU
singkatan dari central processing unit adalah perangkat keras komputer yg berfungsi untuk menerima dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak.
-CU = Adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan atau kendali atrau kontrol terhadap oprasi yang dilakukan dibagian ALU ( arithmetic logical unit ) didalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktifitas bagian lain nya dari perangkat CPU.
-ALU \= adalah komponen dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan oprasi perhitungan aritmatika dan logika ( contoh oprasi arithmatika adalah oprasi penjumlahan dan pengurangaan , sedangkan contoh logika adalah AND dan OR.
5.MEMORI
Merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik baiknya.
-RAM = adalah menyimpan data sementara
-ROM = bentuk penyimpanan data yang tidak mudah diprogram dan diubah.
: putri widyawati
Senin, 14 Agustus 2017
Senin, 07 Agustus 2017
Arsitektur Komponen
Macam macam input device Macam macam output ports
1. mouse 1. USB
2. keyboard 2. CAM
3. touch creen 3. PS/2
4. web cam 4. bloothoot
5. sceaner Macam macam output device 6. printer 1. Hard copy ( cetak print )
7. joy stick 2. Soft copy ( flashdisk/email )
8. barcorde scanner
Berikuit ini adalah contoh gambar arsitektur rangkaian komponen nya :
SEMOGA BERMANFAAT :)
1. mouse 1. USB
2. keyboard 2. CAM
3. touch creen 3. PS/2
4. web cam 4. bloothoot
5. sceaner Macam macam output device 6. printer 1. Hard copy ( cetak print )
7. joy stick 2. Soft copy ( flashdisk/email )
8. barcorde scanner
Berikuit ini adalah contoh gambar arsitektur rangkaian komponen nya :
SEMOGA BERMANFAAT :)
Minggu, 06 Agustus 2017
Elektronika Dasar
1. Tegangan Listrik
adalah perbedaan potensial listrik diantara due titik rangkaian listrik. Elemen pertama memiliki muatan yang lebih positif sehingga memiliki potensial tinggi, disisi lain sementara elemen kedua memiliki muatan yang lebih negatif sehingga memiliki potensial lebih rendah. Perbedaan antara kedua titik disebut beda potensial.
Berdasarkan gelombang, tegangan listrik dibagi menjadi 2 jenis:
1. tegangan Ac ( bolak-balik )
2. tegangan Dc ( searah )
Baik AC maupun DC dapat di ukur dengan alat yang bernama Volmeter dan Osiloskop. Untuk mempermudah pekerjaan listrik saya berikan analogi umum yang disebut Tengki Air.
Semakin tinggi tangki A maka semakin besar tekanan air dari tangki A ke B ( beda potensial A ke B ). Untuk besaran dan satuannya itu sendiri
I volt = 1.000 mA
V : Tegangan
I : Arus
R : Hambatan
2. Arus Listrik
adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan oleh elektron-elektron. Perbedaan ketinggian disebut dengan tegangan atau beda potensial. Satuan listrik adalah Ampere dan alat ukur untuk mengukur arus adalah Amperemeter.
I A ( ampere ) = 1.000 mA
Rumus untuk mencari arus adalah I = V/R dimana,
I = arus
V = tegangaan
R = hambatan
3. Arus listrik
adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik ( misalnya resistor ) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai suatu ohm dapat dirumuskan sebagai berikut : R : V/R
Dimana R : Hambatan
V : Tegangan
I : arus
Hambatan listrik dapat diukur menggunakan alat ohmmeter
untuk besaran atau satuan itu sendiri
1k ohm = 1.000 ohm
4. Daya Listrik
dalam bahasa inggris disebut Electrical power. adalah jumlah energi yang diserap atau yang dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian
Mari kita sedikit menganalisa berapa arus yang terkomsumsi dari sumber ( jala-jala PLN ) kepada beban ( peralatan elektrnik ) dengan contoh sbb,
5. Komponen Elektronika Dasar Ponsel
adalah komponen elektronika yang dalam pengoprosiannya membutuhkan sumber tegangan / sumber arus dari luar.
dibangun menggunakan semikonduktor, memiliki fungsi nilai dan kapasitas sebuah kebutuhan.
Contoh komponen aktif : transistor, dioda, IC.
SEMOGA BERMANFAAT :)
Oleh : putri widya
adalah perbedaan potensial listrik diantara due titik rangkaian listrik. Elemen pertama memiliki muatan yang lebih positif sehingga memiliki potensial tinggi, disisi lain sementara elemen kedua memiliki muatan yang lebih negatif sehingga memiliki potensial lebih rendah. Perbedaan antara kedua titik disebut beda potensial.
Berdasarkan gelombang, tegangan listrik dibagi menjadi 2 jenis:
1. tegangan Ac ( bolak-balik )
2. tegangan Dc ( searah )
Baik AC maupun DC dapat di ukur dengan alat yang bernama Volmeter dan Osiloskop. Untuk mempermudah pekerjaan listrik saya berikan analogi umum yang disebut Tengki Air.
Semakin tinggi tangki A maka semakin besar tekanan air dari tangki A ke B ( beda potensial A ke B ). Untuk besaran dan satuannya itu sendiri
I volt = 1.000 mA
V : Tegangan
I : Arus
R : Hambatan
2. Arus Listrik
adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan oleh elektron-elektron. Perbedaan ketinggian disebut dengan tegangan atau beda potensial. Satuan listrik adalah Ampere dan alat ukur untuk mengukur arus adalah Amperemeter.
I A ( ampere ) = 1.000 mA
Rumus untuk mencari arus adalah I = V/R dimana,
I = arus
V = tegangaan
R = hambatan
3. Arus listrik
adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik ( misalnya resistor ) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai suatu ohm dapat dirumuskan sebagai berikut : R : V/R
Dimana R : Hambatan
V : Tegangan
I : arus
Hambatan listrik dapat diukur menggunakan alat ohmmeter
untuk besaran atau satuan itu sendiri
1k ohm = 1.000 ohm
4. Daya Listrik
dalam bahasa inggris disebut Electrical power. adalah jumlah energi yang diserap atau yang dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian
Mari kita sedikit menganalisa berapa arus yang terkomsumsi dari sumber ( jala-jala PLN ) kepada beban ( peralatan elektrnik ) dengan contoh sbb,
5. Komponen Elektronika Dasar Ponsel
adalah komponen elektronika yang dalam pengoprosiannya membutuhkan sumber tegangan / sumber arus dari luar.
dibangun menggunakan semikonduktor, memiliki fungsi nilai dan kapasitas sebuah kebutuhan.
Contoh komponen aktif : transistor, dioda, IC.
SEMOGA BERMANFAAT :)
Oleh : putri widya
Minggu, 30 Juli 2017
GERBANG LOGIKA
Nama : Putri widyawati
PENGERTIAN GERBANG LOGIKA
Gerbang Logika atau yang biasa disebut dengan Logic Gate adalah suatu rangkaian dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang memiliki fungsi untuk mengganti satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logika. Gerbang Logika bekerja berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan dasar dari Teori Aljabar Boolean.
JENIS - JENIS GERBANG LOGIKA
Gerbang logika memiliki beberapa jenis dan fungsinya masing-masing, berikut adalah jenis-jenis gerbang logika :
Gerbang AND menggunakan 2 atau lebih Input untuk menghasilkan hanya 1 Output. Gerbang AND akan menghasilkan Output Logika 1 jika semua Input bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Output Logika 0 jika salah satu dari Input bernilai Logika 0.
Gerbang OR menggunakan 2 atau lebih Input untuk menghasilkan hanya 1 Output. Gerbang OR akan menghasilkan Output 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Output Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Output. Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter atau Pembalik karena menghasilkan Output yang berlawanan atau kebalikan dengan Masukannya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Output dengan nilai Logika 0 maka Inputnya harus bernilai Logika 1.
Link Sumber : http://www.tambangilmu.com/2016/05/gerbang-logika-dan-jenisnya.html#ixzz4oOqwfjCK
PENGERTIAN GERBANG LOGIKA
Gerbang Logika atau yang biasa disebut dengan Logic Gate adalah suatu rangkaian dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang memiliki fungsi untuk mengganti satu atau beberapa Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output (Keluaran) Logika. Gerbang Logika bekerja berdasarkan sistem bilangan biner yaitu bilangan yang hanya memiliki 2 kode simbol yakni 0 dan 1 dengan menggunakan dasar dari Teori Aljabar Boolean.
Tabel yang berisikan kombinasi-kombinasi Variabel Input yang akan menghasilkan Output Logika disebut dengan “Tabel Kebenaran” atau “Truth Table”.
Contoh penerapannya ke dalam suatu Rangkaian Elektronika yang biasanya memakai Transistor TTL atau Transistor - Transistor Logic, maka 0 V dalam Rangkaian akan artikan sebagai “LOW” atau “0” sedangkan 5V akan diartikan sebagai “HIGH” atau “1”.
JENIS - JENIS GERBANG LOGIKA
Gerbang logika memiliki beberapa jenis dan fungsinya masing-masing, berikut adalah jenis-jenis gerbang logika :
GERBANG AND (AND GATE)
Gerbang AND menggunakan 2 atau lebih Input untuk menghasilkan hanya 1 Output. Gerbang AND akan menghasilkan Output Logika 1 jika semua Input bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Output Logika 0 jika salah satu dari Input bernilai Logika 0.
Simbol yang menggambarkan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak menggunakan tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.
GERBANG OR (OR GATE)
Gerbang OR menggunakan 2 atau lebih Input untuk menghasilkan hanya 1 Output. Gerbang OR akan menghasilkan Output 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Output Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.
GERBANG NOT (NOT GATE)
Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Output. Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter atau Pembalik karena menghasilkan Output yang berlawanan atau kebalikan dengan Masukannya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Output dengan nilai Logika 0 maka Inputnya harus bernilai Logika 1.
Gerbang NOT biasanya dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di
atas Variabel Inputnya.
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan gabungan dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang akan menghasilkan kebalikan dari Output Gerbang AND.
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan gabungan dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang akan menghasilkan kebalikan dari Output Gerbang OR.
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Input dan 1 Output Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Output Logika 1 jika semua Input mempunyai nilai Logika yang berbeda.
Seperti Gerbang X-OR, Gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 Input dan 1 Output. X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan gabungan dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR yang akan menghasilkan Output Logika 1 jika semua Inputnya bernilai Logika sama dan akan menghasilkan Output Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda.
GERBANG NAND (NAND GATE)
Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan gabungan dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang akan menghasilkan kebalikan dari Output Gerbang AND.
Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Input pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Output Logika 1.
GERBANG NOR (NOR GATE)
Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan gabungan dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang akan menghasilkan kebalikan dari Output Gerbang OR.
Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Input bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Input harus bernilai Logika 0.
GERBANG X-OR (X-OR GATE)
X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Input dan 1 Output Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Output Logika 1 jika semua Input mempunyai nilai Logika yang berbeda.
Jika nilai dari Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
GERBANG X-NOR (X-NOR GATE)
Seperti Gerbang X-OR, Gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 Input dan 1 Output. X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan gabungan dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR yang akan menghasilkan Output Logika 1 jika semua Inputnya bernilai Logika sama dan akan menghasilkan Output Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda.
Link Sumber : http://www.tambangilmu.com/2016/05/gerbang-logika-dan-jenisnya.html#ixzz4oOqwfjCK
KONVERENSI BILANGAN
Nama : Putri widyawati
KONVERENSI BILANGAN
Mungkin hari ini saya akan memenuhi Home dari
pembaca-pembaca disini, karena saya berencana untuk meng-update blog
saya 3 kali, hehehe. Pagi ini saya akan menghitung-hitung dengan tema Konversi Bilangan
Biner, Oktal, Desimal, dan Hexadesimal, dan malam ini (kalau materinya
sudah jadi) saya berencana untuk membuat post tentang salah satu
request-an dari pembaca disini
Yuk, kita mulai membahas materinya!
Sebelum melakukan perhitungan, ada baiknya kita tau tentang pengertain dari Bilangan Biner, Oktal, Desimal, dan Hexadesimal.
- Bilangan Biner: adalah sebuah bilangan yang terdiri hanya dari 2 bilangan, yaitu 0 dan 1.
- Bilangan Desimal: adalah sebuah bilangan yang terdiri dari 10 bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10.
- Bilangan Octal: adalah sebuah bilangan yang terdiri dari 8 bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7.
- Bilangan Hexadesimal: adalah sebuah bilangan yang terdiri dari 10 bilangan dan 6 huruf, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, serta A, B, C, D, E, dan F.
Sebenarnya, apa sih fungsi dari konversi bilangan ini?
Fungsi dari konversi bilangan ini salah satunya adalah untuk membuat sebuah program. Selain menggunakan bilangan desimal yang biasa kita temui di keseharian kita, pembuatan sebuah program itu terkadang juga menggunakan bilangan biner, oktal, dan hexadesimal, lho! Nah, karena kita telah terbiasa dengan bilangan desimal, kita butuh untuk belajar ilmu tentang cara konversi menuju bilangan biner, oktal, dan hexadesimal ini~
Kalau begitu, yuk, langsung lompat ke materinya!
.
1. Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Lainnya
– Bilangan Desimal menjadi Bilangan BinerSaya akan memberikan contoh yang berasal dari salah satu Website bernama www.cara.aimyaya.com, dimana contohnya adalah bilangan 67.

Pada gambar diatas, dilakukan cara-cara berikut:
a. Awalnya, kita lakukan pembagian bilangan 67 dengan angka 2, dimana hasilnya adalah 33 namun bersisa 1. Selanjutnya, kita tuliskan sisa 1 ini di bagian kanan pembagian.
b. Kita lakukan terus bagian a, serta tidak lupa untuk menuliskan sisanya. Karena sisa ini nantinya akan digunakan untuk membuat suatu bilangan biner.
c. Bila pada tahap akhir pembagian, bilangan tersisa 1, kita tetap membagikan angka 1 tersebut dengan angka 2. Nah, hasil dari pembagian ini adalah 0, dan sisa dari pembagian ini adalah 1. Dan bila tahap akhir pembagian, terdapat sisa 0, maka kita tidak perlu membagikan angka 67 lagi.
d. Pada tahap akhir, kita buat sebuah angka biner dari sisa-sisa yang ada, mulai dari pembagian terakhir hingga pembagian awal. Maka dari itu, terbentuklah bilangan biner 100011 sebagai konversi dari bilangan desimal 67!
– Bilangan Desimal menjadi Bilangan Oktal
Selanjutnya, akan diberikan bilangan 67 sebagai contoh.

Pada gambar diatas, dilakukan tahap-tahap berikut:
a. Inti dari peng-konversian bilangan Desimal menuju bilangan Oktal ini sebenarnya sama dengan konversi bilangan Desimal menuju bilangan Biner, yaitu pembagian. Namun, untuk mengkonversikan angka 67 menuju bilangan Oktal, kita perlu membagikannya dengan angka 8. Nah, pada awalnya, dilakukan pembagian 67 / 8, dimana hasilnya adalah 8, dengan sisa 3. Sisa 3 ini kita letakkan di sebelah kanan pembagian.
b. Lakukan pembagian pada bagian a, serta tidak lupa untuk menuliskan sisanya.
c. Sama seperti bagian c pada tahap konversi Desimal menuju Biner, bila pada tahap akhir pembagian, bilangan tersisa 1, kita tetap membagikan angka 1 tersebut dengan 8. Nah, hasil dari pembagian ini adalah 0, dan sisa dari pembagian ini adalah 1. Dan bila tahap akhir pembagian, terdapat sisa 0, maka kita tidak perlu membagikan angka 67 lagi.
d. Pada tahap akhir, kita buat sebuah bilangan Oktal dengan menuliskan semua sisa, mulai dari sisa pada pembagian terakhir hingga sisa pada pembagian awal. Maka dari itu, kita mendapatkan bilangan Oktal 103 sebagai konversi dari bilangan Desimal 67.
– Bilangan Desimal menjadi Bilangan Hexadesimal
Akan diberikan bilangan 67 sebagai contoh.

Pada gambar diatas, dilakukan tahap-tahap berikut:
a. Kita lakukan pembagian lagi, namun dengan angka 16. Pada awalnya, kita lakukan pembagian angka 67 dengan 16, dimana hasilnya adalah 4, namun dengan sisa 3. Tuliskan sisa 3 ini di sebelah kanan pembagian.
b. Selanjutnya, kita lakukan bagian a lagi, dan tidak lupa menyertakan sisa dari pembagian di sebelah kanan.
c. Sama seperti bagian c pada tahap konversi Desimal menuju Biner, bila pada tahap akhir pembagian, bilangan tersisa 1, kita tetap membagikan angka 1 tersebut dengan 16. Nah, hasil dari pembagian ini adalah 0, dan sisa dari pembagian ini adalah 1. Dan bila tahap akhir pembagian, terdapat sisa 0, maka kita tidak perlu membagikan angka 67 lagi.
d. Nah, kita sudah bisa membuat sebuah bilangan Heksadesimal dengan menuliskan sisa-sisa pembagian, mulai dari pembagian paling terakhir hingga pembagian paling awal secara urut. Maka dari itu, didapatkan angka Heksadesimal 43 sebagai konversi dari angka Desimal 67.
Catatan: Bila sisa pembagian di konversi Desimal menuju Hexadesimal ini bukan angka 0 – 9, maka kita harus mengkonversikan angka tersebut menjadi sebuah huruf, dimana:
Angka 10: Huruf A
Angka 11: Huruf B
Angka 12: Huruf C
Angka 13: Huruf D
Angka 14: Huruf E
Angka 15: Huruf F
**
2. Konversi Bilangan Biner ke Bilangan Lainnya
– Bilangan Biner menjadi Bilangan DesimalKonversi bilangan biner menjadi bilangan desimal ini cukup mudah, karena kita hanya perlu untuk mengalikan masing-masing angka yang ada.
Saya ambil sebuah contoh dari website hyperpost.blogspot.co.id:

Penentuan pangkat dari angka 2 tersebut berdasarkan dari jumlah bilangan biner yang ada. Karena biner 11001 terdiri dari 5 digit, maka angka untuk pangkatnya adalah angka 0, 1, 2, 3, 4 (agar semua digit Biner mendapatkan pangkat untuk dikalikan).
– Bilangan Biner menjadi Bilangan Oktal
Konversi Biner menuju Oktal ini awalnya dilakukan dengan membagi Biner menjadi beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompoknya mempunyai maksimal 3 digit, dimulai dari bilangan Biner paling kanan.

Penentuan pangkat dari angka 2 tersebut berdasarkan dari jumlah bilangan biner yang ada. Karena biner 10 terdiri dari 2 digit, maka angka untuk pangkatnya adalah angka 0 dan 1 (agar semua digit Biner mendapatkan pangkat untuk dikalikan). Begitu pula dengan Biner 110, angka pangkatnya adalah 0, 1, dan 2.
– Bilangan Biner menjadi Bilangan Hexadesimal
Konversi Biner menuju Hexadesimal ini sama dengan konversi Biner menuju Oktal, dimana awalnya dilakukan dengan membagi Biner menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompoknya mempunyai maksimal 4 digit, dimulai dari bilangan Biner paling kanan.

Penentuan pangkat dari angka 2 tersebut berdasarkan dari jumlah bilangan biner yang ada. Karena biner 11 terdiri dari 2 digit, maka angka untuk pangkatnya adalah angka 0 dan 1 (agar semua digit Biner mendapatkan pangkat untuk dikalikan). Begitu pula dengan Biner 1010, angka pangkatnya adalah 0, 1, 2, dan 3.
Selalu ingat, bila angka yang dihasilkan ternyata bukan angka 0 – 9, maka berlaku pengubahan angka tersebut menjadi huruf, seperti yang telah dijelaskan pada konversi Desimal menuju Hexadesimal.
**
3. Konversi Bilangan Oktal ke Bilangan Lainnya
– Bilangan Oktal menjadi Bilangan DesimalUntuk mengkonversikan bilangan Oktal ke Desimal, dilakukan perkalian dengan angka 8 yang dipangkatkan. Pangkatnya sesuai dengan jumlah digit yang ada. Karena Oktal 137 terdiri dari 3 digit, maka angka untuk pangkatnya adalah 0, 1, dan 2 (agar semua digit Oktal mendapatkan pangkat untuk dikalikan). Setelah itu, kita hanya perlu untuk menjumlahkan semua angka yang telah dikalikan.

– Bilangan Oktal menjadi Bilangan Biner
Untuk mengkonversikan Oktal ke Biner ini, kita perlu mengkonversikan masing-masing digit yang ada. Nah, konversi yang dilakukan untuk digit-digit itu adalah konversi Desimal ke Biner. Sebagai contoh, bila bilangan Desimal 4 dikonversikan menjadi Biner, maka:
4 / 2 = 2, Sisa 0
2 / 2 = 1, Sisa 0
1 / 2 = 0, Sisa 1
Dan didapatkan angka Biner 100 sebagai konversi dari Desimal 4.Setelah semua digit dikonversikan, maka kita hanya perlu menggabungkan semua bilangan biner yang ada berdasarkan urutan dari digit Oktal.

– Bilangan Oktal menjadi Bilangan Hexadesimal
Untuk konversi Oktal ke Hexadesimal ini, kita perlu beberapa tahap. Tahap pertama adalah mengkonversikan masing-masing digit yang ada. Nah, digit-digit ini kita anggap sebagai bilangan Desimal, dimana kita harus melakukan konversi Desimal ke Biner.
Misal, Kita perlu untuk melakukan konveri Desimal 3 ke Biner. Akan dilakukan:
3 / 2 = 1, Sisa 1
1 / 2 = 0, Sisa 1
Maka dari itu, kita mendapatkan angka Biner 11 sebagai konversi dari Desimal 3.
Selanjutnya, setelah melakukan konversi
Desimal ke Biner pada semua digit, akan didapatkan sebuah baris biner.
Nah, kita perlu untuk mengelompokkan baris Biner tersebut menjadi
beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompoknya terdiri dari 4
Biner, dimulai dari Biner paling kanan hingga Biner paling kiri.
Setelah dilakukan pengelompokkan itu, kita hanya perlu untuk mengkonversikan masing-masing kelompok Biner tersebut menjadi Hexadesimal, dimana caranya telah saya jelaskan.

Selalu ingat, bila angka yang dihasilkan ternyata bukan angka 0 – 9, maka berlaku pengubahan angka tersebut menjadi huruf, seperti yang telah dijelaskan pada konversi Desimal menuju Hexadesimal.
**
4. Konversi Bilangan Hexadesimal ke Bilangan Lainnya
– Bilangan Hexadesimal menjadi Bilangan DesimalUntuk konversi Hexadesimal ke Desimal ini, kita hanya perlu mengalikan semua digit dengan angka 16 yang dipangkatkan. Pangkatnya sesuai dengan jumlah digit yang ada. Karena Hexadesimal 7A9F terdiri dari 4 digit, maka angka untuk pangkatnya adalah 0, 1, 2, dan 3 (agar semua digit Hexadesimal mendapatkan pangkat untuk dikalikan). Perlu diingat bahwa huruf-huruf yang ada merupakan nama lain dari angka selain 0 – 9. Nah, untuk huruf A adalah angka 10, dan huruf F adalah angka 15. Maka dari itu, kita melakukan pengalian dengan angka-angka tersebut. Setelah itu, kita hanya perlu untuk menjumlahkan semua angka yang telah dikalikan.

– Bilangan Hexadesimal menjadi Bilangan Biner
Untuk konversi Hexadesimal ke Biner ini, kita perlu mengkonversikan masing-masing digitnya. Nah, digit-digit ini nantinya akan dikonversikan dengan cara konversi Desimal ke Biner.
Misal, kita perlu untuk mengkonversikan desimal 5 menjadi Biner.
5 / 2 = 2, Sisa 1
2 / 2 = 1, Sisa 0
1 / 2 = 0, Sisa 1
Karena kita memerlukan 4 digit, maka kita mendapatkan bilangan Biner 0101 sebagai konversi dari Desimal 5.
Setelah semua digit dikonversikan, maka kita
hanya perlu menggabungkan semua bilangan biner yang ada berdasarkan
urutan dari digit Hexadesimal.

– Bilangan Hexadesimal menjadi Bilangan Oktal
Untuk konversi Hexadesimal ke Oktal ini, kita perlu beberapa tahap. Tahap pertama adalah mengkonversikan masing-masing digit yang ada. Nah, digit-digit ini kita anggap sebagai bilangan Desimal, dimana kita harus melakukan konversi Desimal ke Biner. Perlu diingat bahwa huruf-huruf yang ada merupakan nama lain dari angka selain 0 – 9. Maka, huruf F adalah angka 15.
Misal, Kita perlu untuk melakukan konveri Desimal 5 ke Biner. Akan dilakukan:
5 / 2 = 2, Sisa 1
2 / 2 = 1, Sisa 0
1 / 2 = 0, Sisa 1
Maka dari itu, karena kita memerlukan 4 digit, kita mendapatkan angka Biner 0101 sebagai konversi dari Desimal 5.
Selanjutnya, setelah melakukan konversi
Desimal ke Biner pada semua digit, akan didapatkan sebuah baris biner.
Nah, kita perlu untuk mengelompokkan baris Biner tersebut menjadi
beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompoknya terdiri dari 4
Biner, dimulai dari Biner paling kanan hingga Biner paling kiri.
Setelah dilakukan pengelompokkan itu, kita hanya perlu untuk mengkonversikan masing-masing kelompok Biner tersebut menjadi Oktal, dimana caranya telah saya jelaskan.

**
Itu dia pengkonversian dari Bilangan Biner, Desimal, Oktal, maupun Heksadesimal~
Sebenarnya caranya cukup mudah kok, mungkin
penjelasan saya saja yang terlalu panjang, jadi terlihat rumit. Ilmu ini
mungkin bisa dipraktekkan sedikit-sedikit
Sekian~ Sampai nanti!
Langganan:
Postingan (Atom)
Seputar Perkenalan Infrasturktur Jaringan
Perkenalan Infrastruktur Jaringan Mendefinisikan Infrastruktur Jaringan Sebuah infrastruktur jaringan adalah sekumpulan komponen fi...
-
Perkenalan Infrastruktur Jaringan Mendefinisikan Infrastruktur Jaringan Sebuah infrastruktur jaringan adalah sekumpulan komponen fi...
-
nama: putriwidya kelas : X TKJ B A. MIKROKONTROLLER Apa Itu Mikrokontroller? Mikrokontroler adalah sebuah sistem...
-
Hai teman teman yang saya cintai. di postingan blog saya kali ini saya ingin membahas penjelasan tentang WAN. semoga kamu bisa memahami nya...






